TAGAR-NEWS.com, BOLSEL – Program ketahanan pangan di Desa Pinolosian Selatan, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mngondow Selatan (Bolsel) diduga gagal.
Program itu diantaranya ternak ayam dan budidaya ikan Nila, yang diduga gagal dan hanya menghabiskan anggaran oleh warga Desa Pinolosian Selatan.
Permasalahan ini kini menjadi sorotan utama masyarakat desa Pinolosian Selatan yang menuntut kejelasan dan transparansi dari pemerintah Desa.

Salah satu warga yang meminta nama nya tak di publis menyatakan bahwa, program ini telah berjalan sejak dilantiknya Bunda Sangadi, tetapi hingga tahun 2025, masyarakat belum merasakan manfaatnya.
“Seharusnya program ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat, namun hingga kini tidak ada kejelasan. Kami tidak tahu ke mana arah dari hasil program ini,” ujar warga Desa Pinsel ketika di konfirmasi oleh awak media, Sabtu 01 Februari 2025 .
Warga juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal jalannya program-program desa agar lebih transparan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Mereka pun berharap, pemerintah desa lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran serta meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk lebih aktif dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap kinerja kepala desa.
“Kami ingin adanya transparansi. BPD sebagai motor penggerak kemajuan desa harus lebih tegas dalam mengawasi setiap kebijakan yang dijalankan,” tambah warga lainnya.
Kekecewaan masyarakat ini menjadi tanda bahwa ada permasalahan serius dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Warga berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah nyata agar program ini tidak hanya menjadi proyek tanpa hasil. (JI)
