TAGAR-NEWS.com, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menegaskan pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.
Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta, yang menilai paradigma New Public Governance menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah, Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Sahaya, pemerintahan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan birokrasi semata, melainkan juga pada kemampuan membangun sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan keahlian di bidang tertentu.
“Dalam paradigma pemerintahan modern, kolaborasi menjadi kebutuhan utama. Pemerintah harus mampu menggandeng berbagai elemen yang memiliki kapasitas untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas strategis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengangkatan Staf Khusus merupakan kewenangan kepala daerah yang didasarkan pada kebutuhan organisasi terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi spesifik. Kehadiran mereka dinilai penting dalam membantu kepala daerah merumuskan kebijakan serta menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Keberadaan Staf Khusus, lanjutnya, juga memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pencapaian visi dan misi Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat Dalam praktiknya, kepala daerah membutuhkan dukungan pemikiran dan masukan strategis agar program prioritas dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam kebijakan pembangunan.
“Staf Khusus berfungsi sebagai sumber masukan strategis, membantu membaca dinamika pembangunan, mengidentifikasi tantangan, serta memberikan rekomendasi sesuai bidang keahlian masing-masing,” jelas Sahaya.
Ia menambahkan, praktik penggunaan tenaga profesional sebagai pendukung kepala daerah bukanlah hal baru. Hal tersebut telah diterapkan di berbagai daerah dan bahkan diatur dalam ketentuan pemerintahan, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 134 Tahun 2018.
