Sang Maestro Hasan Mohamad Bahasuan

Sang Maestro Hasan Mohamad Bahasuan

PALU, TAGAR-NEWS.com – Maestro Seni Tradisional Sulawesi Tengah, Hasan Mohammad Bahasuan, lahir di Parigi, 12 Januari 1930.

Awalnya beliau adalah seorang peniup seruling di tahun 1939, kemudian tahun 1945, beliau bergabung kedalam Badan Keamanan Rakyat, serta ikut mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

Setahun kemudian, Beliau memilih menjadi personil Band di Parigi yang bernama Hawaian Band,sebagai Vocalis sekaligus sebagai pemain Ukulele. Lalu di tahun 1947, Hasan Bahasuan mendirikan Orkes Keroncong ‘Irama Seni’, sebagai pemimpin Orkes, beliau juga merangkap sebagai pemain Biola, aktivitas beliau di Orkes tersebut tercatat sampai tahun 1963.

Sisi lain Hasan Mohamad Bahasuan adalah ketika di tahun 1950-an beliau tercatat sebagai seorang atlet, pelari jarak menengah.

Tahun 1965, beliau hijrah ke Kota Palu sebagai pelatih Band ‘Nada Anda’, grup itu kemudian berganti nama menjadi Band ‘Risela’ hingga tahun 1970.

Salah satu karya beliau yang melegenda adalah Tari Pomente, yang mulai diperkenalkannya di tahun 1971. Selain sebagai Pelatih Tari Hasan Bahsuan juga didaulat sebagai pemimpin Band’ Ananta’, yaitu Grup musik bentukan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi tengah, beliau menjalani aktivitas tersebut sampai tahun 1981.

Dalam seni Musik Nama Hasan Bahasuan masyur dengan kehebatan beliau yang dikenal sebagai pengubah alat musik Kakula. Tadinya , Kakula hanya terdiri dari tujuh buah, ditangannya beliau sulap menjadi dua puluh empat buah. hal itu menjadikan Kakula sebagai alat musik Diatonis, yaitu alat musik pengiring.

Di Tanggal 22 Mei 1987 Sang maestro Menghembuskan Nafasnya yang terakhir. Namanya selalu dikenang sebagai Inspirator kesenian dan Kebudayaan daerah Sulawesi Tengah.

 

Sumber: Historia Sulteng